Beranda Berita Banjir Bali Renggut Tujuh Nyawa, Puluhan Warga Masih Mengungsi
Berita

Banjir Bali Renggut Tujuh Nyawa, Puluhan Warga Masih Mengungsi

Banjir Bali Renggut Tujuh Nyawa, Puluhan Warga Masih Mengungsi
Gambar : Aktual.com

Pelitadigital.id – Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali sejak Selasa hingga Rabu (10/9/2025) menelan korban jiwa dan memaksa ratusan warga mengungsi. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Polda Bali menyebutkan, tujuh orang dinyatakan meninggal dunia, sementara enam orang masih hilang.

Dilansir dari tirto.id Korban meninggal ditemukan di beberapa titik berbeda. Lima orang teridentifikasi di wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, termasuk Ni Wayan Lenyod dan Nadira yang ditemukan di kawasan Taman Pancing, serta Rio Saputra yang ditemukan di Kali Ubung. Sementara dua korban lain berasal dari Kabupaten Jembrana, yakni Komang Oka Sudiastawa yang tersetrum listrik, serta Nita Kumala yang terseret arus deras.

“Seluruh jenazah telah dibawa ke RS Prof. Ngoerah Denpasar. Keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya diimbau untuk menghubungi Posko DVI Antemortem,” jelas Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy.

Korban Hilang dan Proses Pencarian

Hingga Rabu malam, enam orang masih dinyatakan hilang dan dilaporkan pihak keluarga ke Polda Bali. Mereka adalah Made Suwitri (43), Tasnim (54), Farwa Husein (32), Maimunah, Ni Ketut Merta, dan Ni Nyoman Sari.

Sementara itu, tim SAR berhasil mengevakuasi dua orang yang selamat dari reruntuhan ruko di Jalan Hasanuddin, Denpasar Barat. Mereka adalah Muis dan Ousay. Namun, penghuni lain bernama Nadira ditemukan meninggal dunia di lokasi tersebut.

“Selain korban di Denpasar, ada tiga pedagang di Pasar Kumbasari yang juga terdampak. Satu sudah ditemukan meninggal dunia, dua lainnya masih dalam pencarian,” ujar Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Jembrana Jadi Wilayah Terparah

Dari empat kabupaten/kota terdampak, Jembrana menjadi daerah dengan evakuasi terbanyak. Tim SAR mengevakuasi 21 orang dewasa dan 10 anak dalam kondisi selamat. Namun, dua korban jiwa juga ditemukan di wilayah tersebut.

BPBD Jembrana melaporkan sedikitnya 85 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi aman, di antaranya Balai Desa Yeh Kuning, Balai Banjar Yeh Kuning, serta dua musala yang kini difungsikan sebagai tempat penampungan darurat.

Di Kabupaten Klungkung, 432 jiwa dari 104 KK juga terdampak banjir, dengan Kecamatan Dawan menjadi wilayah paling parah.

Ancaman Cuaca Ekstrem Belum Usai

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi mengguyur Bali hingga beberapa hari ke depan.

“Dengan kondisi tanah yang sudah jenuh air dan potensi angin kencang, risiko banjir dan longsor masih tinggi. BPBD setempat bersama relawan masih terus melakukan penanganan darurat,” katanya.

Pemerintah Diminta Percepat Penanganan

Sejumlah pemerhati kebencanaan mendesak pemerintah daerah untuk segera memperkuat koordinasi, terutama dalam hal penyediaan kebutuhan dasar bagi pengungsi. Selain itu, perbaikan akses jalan yang terputus akibat banjir juga menjadi prioritas agar distribusi bantuan tidak terhambat.

Hingga kini, proses pencarian korban hilang masih berlangsung. Aparat gabungan dari SAR, TNI, Polri, dan relawan terus menyisir sejumlah titik banjir, termasuk pasar dan pemukiman padat penduduk di Denpasar serta Jembrana.

Sebelumnya

BYD Fang Cheng Bao Tai 7 Resmi Meluncur, SUV PHEV Tangguh dengan Jarak Tempuh 1.300 Km

Selanjutnya

Daftar Lengkap Negara Lolos ke Piala Asia U-23 2026 , Asia Tenggara Hanya Sisakan Dua Tim

Pelitadigital.Id