Beranda Bisnis Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah, Kapitalisasi Pasar Kripto Tertekan Selama Tujuh Pekan
Bisnis

Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah, Kapitalisasi Pasar Kripto Tertekan Selama Tujuh Pekan

Bitcoin

Pelitadigital.id – Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026. Dua mata uang kripto terbesar di dunia, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), tercatat mengalami pelemahan secara bersamaan, memicu sentimen negatif di pasar dan menyebabkan kapitalisasi pasar cryptocurrency global terus menyusut dalam tujuh pekan terakhir.

Pergerakan harga kedua aset digital tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena selama ini Bitcoin dan Ethereum berperan sebagai barometer utama kondisi industri kripto secara keseluruhan. Ketika keduanya mengalami koreksi, sebagian besar aset digital lainnya biasanya ikut terdampak.

Fenomena ini kembali terlihat dalam perdagangan terbaru, di mana mayoritas aset kripto utama bergerak di zona merah seiring meningkatnya tekanan jual dan ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Bitcoin dan Ethereum Mengalami Koreksi Harga

Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, Bitcoin masih mempertahankan dominasinya di pasar global. Namun, dominasi tersebut tidak mampu menghindarkan BTC dari tekanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Nilai kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat berada di kisaran US$2,44 triliun setelah mengalami penurunan sekitar 2,49 persen. Koreksi tersebut menunjukkan bahwa investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah meningkatnya kehati-hatian pasar.

Sementara itu, Ethereum yang menempati posisi kedua berdasarkan kapitalisasi pasar juga mengalami pelemahan. Dalam periode 24 jam terakhir, ETH turun sekitar 0,44 persen hingga berada di level US$2.001.

Tidak hanya Bitcoin dan Ethereum, sejumlah aset kripto utama lainnya juga mengalami penurunan harga. Binance Coin (BNB) terkoreksi sekitar 2,25 persen menjadi US$693. XRP melemah 2,83 persen ke level US$1,29, sedangkan Solana (SOL) turun 1,32 persen hingga berada di kisaran US$81,35.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi pada dua aset terbesar, melainkan meluas ke hampir seluruh sektor pasar kripto.

Aksi Ambil Untung Jadi Pemicu Utama Koreksi

Salah satu faktor yang dinilai menjadi penyebab utama pelemahan Bitcoin dan Ethereum adalah aksi ambil untung atau profit taking yang dilakukan investor setelah reli harga dalam beberapa pekan sebelumnya.

Saat harga mengalami kenaikan signifikan, banyak investor memilih menjual sebagian kepemilikan mereka guna mengamankan keuntungan yang telah diperoleh. Aktivitas ini lazim terjadi di pasar kripto yang dikenal memiliki tingkat volatilitas tinggi.

Gelombang profit taking tersebut kemudian menciptakan tekanan jual dalam waktu relatif singkat. Akibatnya, harga Bitcoin dan Ethereum bergerak turun secara bersamaan dan memicu sentimen negatif di pasar.

Selain investor ritel, sejumlah pelaku institusi juga dilaporkan mulai mengurangi eksposur mereka terhadap aset digital sambil menunggu kejelasan arah kebijakan ekonomi global dalam beberapa bulan mendatang.

Ketidakpastian Ekonomi Global Membayangi Sentimen Investor

Selain faktor teknikal, pelemahan pasar kripto juga tidak terlepas dari pengaruh kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Investor saat ini masih mencermati arah kebijakan suku bunga yang diterapkan bank sentral Amerika Serikat. Kekhawatiran bahwa suku bunga akan bertahan pada level tinggi lebih lama membuat sebagian investor memilih mengalihkan dana mereka ke instrumen investasi yang dianggap lebih stabil.

Situasi tersebut berdampak langsung terhadap aliran modal ke pasar aset digital. Ketika minat terhadap aset berisiko menurun, pasar kripto biasanya menjadi salah satu sektor yang paling cepat merasakan dampaknya.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi di sejumlah kawasan dunia turut memengaruhi psikologi pasar. Banyak investor memilih menahan diri dan menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum kembali melakukan akumulasi aset dalam jumlah besar.

Kapitalisasi Pasar Kripto Ikut Menyusut

Penurunan harga Bitcoin dan Ethereum memberikan dampak signifikan terhadap total kapitalisasi pasar cryptocurrency secara keseluruhan.

Sebagai dua aset dengan dominasi terbesar, pergerakan keduanya memiliki pengaruh langsung terhadap nilai pasar industri kripto global. Ketika harga BTC dan ETH mengalami pelemahan, nilai kapitalisasi pasar secara otomatis ikut tergerus.

Kondisi ini membuat total nilai pasar aset digital tercatat mengalami penyusutan yang berlanjut selama tujuh pekan terakhir. Meski demikian, sejumlah analis menilai koreksi yang terjadi saat ini masih tergolong wajar dalam siklus pasar kripto yang memang dikenal fluktuatif.

Menurut mereka, peluang pemulihan tetap terbuka apabila sentimen ekonomi global membaik dan minat investor terhadap aset digital kembali meningkat.

Investor Diminta Tetap Mengedepankan Manajemen Risiko

Di tengah kondisi pasar yang belum stabil, para pelaku investasi diimbau untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan. Volatilitas yang tinggi membuat pergerakan harga aset kripto dapat berubah dengan cepat dalam waktu singkat.

Penerapan strategi manajemen risiko menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi kerugian, terutama bagi investor yang memiliki eksposur besar terhadap aset digital.

Meskipun koreksi harga saat ini menimbulkan tekanan di pasar, perkembangan industri kripto secara jangka panjang masih terus menjadi perhatian investor global. Oleh karena itu, pemantauan terhadap kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, dan sentimen pasar tetap menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan Bitcoin, Ethereum, maupun aset kripto lainnya pada periode mendatang.

Sebelumnya

Huawei Nova 16 Series Resmi Debut, Hadir dengan Desain Premium dan Performa Kelas Atas

Pelitadigital.Id