5 Fitur Tersembunyi Samsung Galaxy Watch yang Perlu Diaktifkan, Tingkatkan Keamanan dan Pengalaman Pengguna
Pelitadigital.id – Samsung Galaxy Watch menjadi salah satu smartwatch paling populer bagi pengguna Android berkat kombinasi desain premium, daya tahan baterai yang baik, serta fitur kesehatan dan kebugaran yang lengkap. Tak heran jika perangkat ini kerap disebut sebagai alternatif terbaik untuk Apple Watch di ekosistem Android.
Namun, tidak semua fitur unggulan Galaxy Watch langsung aktif saat pertama kali digunakan. Samsung sengaja menonaktifkan sejumlah fungsi penting secara bawaan (default), sehingga pengguna perlu mengaktifkannya secara manual melalui menu pengaturan.
Perlu diketahui, ketersediaan beberapa fitur dapat berbeda tergantung model Galaxy Watch yang digunakan maupun sistem operasinya, baik Wear OS maupun Tizen. Meski demikian, Samsung dikenal rutin menghadirkan pembaruan fitur, termasuk untuk beberapa generasi Galaxy Watch yang lebih lama.
Lima Fitur Samsung Galaxy Watch yang Nonaktif Secara Default
Berikut lima fitur penting yang sebaiknya segera diaktifkan agar pengalaman menggunakan Samsung Galaxy Watch menjadi lebih optimal.
1. Universal Gestures, Operasikan Jam Tanpa Menyentuh Layar
Salah satu fitur menarik yang belum banyak diketahui pengguna adalah Universal Gestures. Fitur ini memungkinkan Galaxy Watch dikendalikan menggunakan gerakan tangan tanpa perlu menyentuh layar.
Kemampuan tersebut sangat berguna ketika tangan sedang basah, kotor, atau pengguna tidak memungkinkan menyentuh layar secara langsung.
Samsung menghadirkan beberapa jenis gerakan sederhana, seperti:
- Gerakan mencubit jari (pinch) untuk navigasi.
- Mengepalkan tangan sebagai perintah memilih.
- Kombinasi beberapa gerakan lainnya sesuai kebutuhan.
Berbeda dengan fitur Gestures standar yang hanya berfungsi pada situasi tertentu, seperti menjawab panggilan telepon, Universal Gestures dapat digunakan dalam berbagai aktivitas di antarmuka Galaxy Watch.
Fitur ini tersedia mulai One UI Watch 5 dan dapat diaktifkan melalui menu:
Settings → Accessibility → Universal Gestures
2. Workout Detection, Aktivitas Olahraga Terdeteksi Otomatis
Galaxy Watch juga memiliki kemampuan mendeteksi aktivitas olahraga secara otomatis melalui fitur Workout Detection.
Sayangnya, fitur ini tidak langsung aktif sehingga pengguna perlu mengaktifkannya terlebih dahulu melalui aplikasi Samsung Health pada menu Settings.
Setelah diaktifkan, Galaxy Watch dapat mengenali berbagai aktivitas fisik seperti:
- Berjalan kaki
- Berlari
- Berenang
- Aktivitas lain yang melibatkan gerakan tubuh intens
Fitur ini sangat membantu ketika pengguna lupa memulai mode latihan secara manual. Dengan demikian, data kebugaran tetap tercatat secara otomatis.
Meski begitu, sistem masih memiliki kemungkinan salah mengenali aktivitas tertentu, misalnya ketika pengguna sedang berkendara. Namun secara umum, fitur ini cukup efektif menjaga riwayat olahraga tetap lengkap.
3. Hard Fall Detection, Perlindungan Saat Terjadi Kecelakaan
Samsung juga menyematkan fitur keselamatan bernama Hard Fall Detection, tetapi fitur ini harus diaktifkan secara manual.
Fungsinya sangat penting karena mampu mendeteksi apabila pengguna mengalami jatuh dengan benturan keras.
Menurut World Health Organization (WHO), jatuh merupakan salah satu penyebab utama cedera fatal akibat kecelakaan di dunia. Oleh karena itu, fitur ini dapat menjadi perlindungan tambahan, terutama bagi lansia maupun pengguna yang sering beraktivitas sendiri.
Apabila Galaxy Watch mendeteksi pengguna terjatuh dan tidak memberikan respons dalam beberapa saat, perangkat dapat secara otomatis:
- Menghubungi kontak darurat.
- Mengirim notifikasi kepada keluarga.
- Menghubungi layanan darurat apabila tersedia.
Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini melalui aplikasi Galaxy Wearable pada menu:
Safety and Emergency → Hard Fall Detection
Pengguna juga dapat menentukan apakah fitur bekerja sepanjang waktu atau hanya saat aktivitas tertentu. Sistem dirancang agar tidak mudah aktif secara tidak sengaja karena hanya akan mengirim bantuan jika benar-benar mendeteksi kondisi tidak responsif.
4. Continuous Heart Rate, Pantau Detak Jantung Secara Berkelanjutan
Secara bawaan, Galaxy Watch tidak memantau detak jantung setiap saat. Smartwatch ini hanya melakukan pengukuran secara berkala demi menjaga efisiensi baterai.
Namun bagi pengguna yang membutuhkan pemantauan lebih intensif, Samsung menyediakan opsi Continuous Heart Rate.
Setelah diaktifkan melalui pengaturan Samsung Health, smartwatch akan memonitor denyut jantung secara terus-menerus.
Konsekuensinya memang konsumsi baterai menjadi lebih tinggi, tetapi pengguna memperoleh data kesehatan yang jauh lebih detail.
Selain pemantauan denyut jantung, Galaxy Watch juga mendukung fitur pengukuran tekanan darah.
Sebelum dapat digunakan, pengguna harus melakukan proses kalibrasi menggunakan alat pengukur tekanan darah sebanyak tiga kali dalam kondisi tenang. Samsung juga menyarankan untuk menghindari aktivitas seperti merokok atau mengonsumsi kafein sebelum proses kalibrasi dilakukan.
Setelah selesai, pengukuran tekanan darah dapat dilakukan langsung melalui Galaxy Watch tanpa memerlukan alat tambahan setiap kali digunakan.
5. ECG, Rekam Aktivitas Jantung Langsung dari Pergelangan Tangan
Fitur lain yang patut diaktifkan adalah Electrocardiogram (ECG).
Teknologi ini memungkinkan Galaxy Watch merekam aktivitas listrik jantung, sesuatu yang sebelumnya hanya dapat dilakukan menggunakan alat medis di fasilitas kesehatan.
Melalui aplikasi Samsung Health Monitor, pengguna dapat melakukan pemeriksaan ECG kapan saja dengan syarat:
- Berusia minimal 22 tahun.
- Tidak menggunakan alat medis implan seperti pacemaker.
- Tetap diam selama proses pemeriksaan berlangsung.
Setelah selesai, hasil pemeriksaan dapat:
- Disimpan pada perangkat.
- Dibagikan dalam format PDF.
- Digunakan sebagai bahan konsultasi dengan tenaga medis.
Meski sangat membantu sebagai pemantauan awal, Samsung menegaskan bahwa fitur ECG bukan pengganti diagnosis dokter. Hasil yang ditampilkan hanya berfungsi sebagai indikator awal apabila ditemukan kemungkinan gangguan irama jantung.
Galaxy Watch Menyimpan Banyak Fitur yang Layak Dimanfaatkan
Samsung Galaxy Watch tidak hanya menawarkan desain premium dan kemampuan sebagai perangkat pendamping smartphone, tetapi juga menyimpan berbagai fitur kesehatan, keselamatan, dan produktivitas yang sering kali belum dimanfaatkan pengguna karena tidak aktif secara default.
Mulai dari Universal Gestures, Workout Detection, Hard Fall Detection, Continuous Heart Rate, hingga ECG, seluruh fitur tersebut dapat meningkatkan pengalaman penggunaan sekaligus memberikan perlindungan tambahan dalam aktivitas sehari-hari.
Bagi pengguna Galaxy Watch, meluangkan waktu beberapa menit untuk mengaktifkan fitur-fitur tersebut dapat membuat smartwatch bekerja jauh lebih maksimal, baik sebagai perangkat kebugaran, pemantau kesehatan, maupun pendamping aktivitas harian.





