Beranda Teknologi Artificial Intelligence Microsoft Satukan Copilot Konsumen dan Bisnis, Era Baru Produktivitas AI Dimulai
Artificial Intelligence

Microsoft Satukan Copilot Konsumen dan Bisnis, Era Baru Produktivitas AI Dimulai

Pelitadigital.id – Microsoft mulai menyatukan aplikasi Copilot untuk pengguna pribadi dan bisnis pada Agustus 2026. Perubahan ini membawa antarmuka terpadu, sistem perpindahan akun yang lebih praktis, sekaligus mengakhiri sejumlah fitur seperti Group Chat, Deep Research versi gratis, dan pembuatan podcast berbasis AI.

Microsoft memasuki fase baru dalam pengembangan layanan kecerdasan buatannya dengan menggabungkan aplikasi Copilot untuk konsumen dan bisnis ke dalam satu platform. Langkah tersebut mulai diterapkan secara bertahap pada Agustus 2026 dan ditujukan untuk menyederhanakan pengalaman pengguna yang selama ini harus berhadapan dengan aplikasi berbeda berdasarkan jenis akun yang digunakan.

Melalui aplikasi terpadu ini, pengguna tidak lagi harus berpindah-pindah aplikasi ketika ingin mengakses layanan Copilot untuk kebutuhan pribadi maupun pekerjaan. Sistem account switcher memungkinkan pengguna beralih antara akun pribadi, kantor, dan sekolah dari satu antarmuka.

Langkah Microsoft tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan arah pengembangan Copilot. Layanan AI itu tidak lagi semata-mata diposisikan sebagai chatbot dengan karakter interaktif, tetapi semakin diarahkan menjadi perangkat produktivitas yang mampu membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan secara nyata.

Unifikasi Copilot Dilakukan Bertahap

Microsoft memulai migrasi global secara bertahap pada 13 Agustus 2026, terutama bagi pengguna yang mengikuti program Windows Insider. Perluasan pembaruan ke perangkat mobile dan web dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus.

Sementara itu, pengguna aplikasi desktop di Windows dan macOS akan memperoleh pembaruan otomatis secara lebih luas pada pertengahan September 2026.

Perubahan tersebut berlangsung di bawah kepemimpinan Jacob Andreou, yang menjabat sebagai kepala divisi produk AI sejak Maret 2026. Dalam memo internal, Andreou menekankan pentingnya menghadirkan fungsi yang benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna.

Dengan pendekatan tersebut, Microsoft tampaknya ingin mengubah persepsi terhadap Copilot dari sekadar pendamping AI menjadi alat yang memiliki nilai praktis dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk pekerjaan profesional.

Sejumlah Fitur Copilot Mulai Dihentikan

Penyatuan aplikasi bukan hanya menyangkut perubahan tampilan. Microsoft juga melakukan perombakan terhadap sejumlah fitur yang sebelumnya tersedia di ekosistem Copilot.

Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah berakhirnya Mico, karakter animasi berbentuk blob yang diperkenalkan Microsoft pada tahun sebelumnya. Mico tidak sepenuhnya menghilang dari ekosistem Microsoft karena karakter tersebut akan dialihkan ke platform Learn Live untuk menjalankan fungsi sebagai tutor pendidikan bagi siswa.

Fitur Group Chat juga dihentikan. Percakapan grup nantinya akan dikonversi menjadi percakapan individual satu lawan satu secara otomatis.

Pengguna yang masih memiliki pesan maupun gambar penting dalam grup lama disarankan melakukan pencadangan sebelum 18 Agustus 2026. Setelah melewati batas tersebut, konten dan artefak yang tersimpan dalam grup lama tidak lagi dapat diakses.

Deep Research Gratis Dihapus, Researcher Jadi Pengganti

Perubahan lain terjadi pada fitur riset. Deep Research, yang sebelumnya memungkinkan pengguna membuat laporan mendalam, dihentikan untuk pengguna versi gratis mulai pertengahan Agustus 2026.

Sebagai gantinya, Microsoft memperkenalkan Researcher dengan kemampuan yang serupa. Namun, akses terhadap fitur tersebut dibatasi untuk pelanggan pada paket berbayar tertentu.

Pengguna gratis masih dapat membuka laporan Deep Research yang telah dibuat sebelumnya, tetapi tidak dapat menghasilkan laporan riset baru menggunakan fitur tersebut.

Kebijakan ini sekaligus memperlihatkan upaya Microsoft memperkuat monetisasi layanan AI di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Pelanggan Microsoft 365 Premium nantinya memperoleh batas penggunaan yang lebih tinggi dibandingkan pengguna layanan reguler.

Arah pengembangan tersebut menunjukkan bahwa Microsoft semakin menitikberatkan Copilot pada produktivitas dan hasil kerja, terutama bagi pengguna profesional.

Fitur Podcast AI Juga Dihentikan

Tidak hanya Deep Research, Microsoft juga memutuskan menghapus fitur pembuatan podcast berbasis AI dari ekosistem Copilot.

Pengguna masih diberikan kesempatan untuk mengunduh file podcast yang telah dibuat melalui menu perpustakaan sebelum layanan tersebut dihentikan sepenuhnya.

Microsoft mengambil keputusan tersebut karena fitur audio dinilai belum memperoleh tingkat penggunaan yang cukup signifikan dalam aktivitas harian pengguna.

Dengan memangkas fitur yang kurang populer, perusahaan dapat memusatkan pengembangan sumber daya pada layanan AI yang dianggap memiliki manfaat lebih besar.

Alamat Web Copilot Ikut Berubah

Perubahan juga menyentuh alamat situs komersial Copilot. Domain m365.cloud.microsoft akan dialihkan ke copilot.cloud.microsoft, dengan mekanisme pengalihan otomatis yang mulai diterapkan pada akhir Agustus 2026.

Microsoft menyatakan bahwa sebagian besar proses migrasi data akan berlangsung tanpa membutuhkan tindakan manual yang kompleks dari pengguna.

Bagi pengguna, perubahan tersebut diharapkan membuat ekosistem Copilot lebih sederhana karena berbagai layanan yang sebelumnya tersebar mulai diarahkan menuju satu pusat pengalaman.

Menuju Super App AI pada Akhir September

Penyatuan aplikasi Copilot disebut baru menjadi tahap awal dari ambisi Microsoft yang lebih besar. Perusahaan tengah mengarahkan pengembangan menuju sebuah “Super App” AI yang ditargetkan rampung pada akhir September 2026.

Platform tersebut dirancang untuk menggabungkan berbagai kemampuan, mulai dari percakapan AI, pengodean, hingga alur kerja agen otomatis yang dikenal dengan kode Autopilot.

Integrasi besar ini menjadi bagian dari strategi Microsoft untuk memperkuat posisi Copilot dalam persaingan layanan AI global. CEO Microsoft Satya Nadella berharap ekosistem terpadu tersebut mampu meningkatkan daya saing perusahaan terhadap layanan seperti ChatGPT dan Google Gemini.

Satu Aplikasi untuk Akun Pribadi, Sekolah, dan Pekerjaan

Bagi pengguna, salah satu manfaat paling nyata dari pembaruan ini adalah kemampuan mengelola berbagai jenis akun dari satu aplikasi.

Fitur account switcher memungkinkan pengguna berpindah antara akun pribadi, sekolah, dan pekerjaan tanpa harus menggunakan aplikasi Copilot yang berbeda.

Meski seluruh akun berada dalam satu aplikasi, Microsoft memastikan data pribadi dan data organisasi tetap dipisahkan. Pemisahan tersebut menjadi aspek penting, khususnya bagi perusahaan dan institusi pendidikan yang memiliki persyaratan keamanan serta privasi tersendiri.

Integrasi dengan berbagai aplikasi produktivitas Microsoft, termasuk Word, Excel, dan Outlook, juga akan semakin erat melalui pembaruan Copilot terbaru.

Sebelumnya

Sonos Ace Ultra: Bocoran Spesifikasi, Fitur, Harga, dan Prediksi Peluncuran

Selanjutnya

Samsung One UI 9.5 Bocor, Desain Transparan, App Lock Native, hingga Pencarian Berbasis AI

Pelitadigital.Id