Artificial Intelligence

Aplikasi BOS 3.0 Perkuat Digitalisasi Pengelolaan Bunker Kapal PT Pertamina Trans Kontinental

Pelitadigital.id – Digitalisasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan operasional armada kapal, termasuk dalam aktivitas bunker atau pengelolaan bahan bakar kapal. Kebutuhan terhadap data yang akurat dan tersedia secara cepat membuat proses pencatatan serta pemantauan tidak lagi cukup mengandalkan metode manual.

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) merespons kebutuhan tersebut melalui pengembangan Bunker Operation System (BOS) 3.0. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pencatatan, pelaporan, dan pemantauan aktivitas bunker kapal secara lebih terstruktur.

Mengenal BOS 3.0 dan Perannya dalam Operasional Kapal

BOS 3.0 merupakan pengembangan dari Bunker Operation System yang telah digunakan sebelumnya. Sistem ini secara khusus mendukung kebutuhan pelaporan bunker pada kapal-kapal yang dioperasikan PTK.

Pengembangannya tidak hanya ditujukan untuk menggantikan pencatatan manual dengan sistem digital. BOS 3.0 juga diarahkan untuk menghasilkan informasi yang lebih terperinci sehingga data bunker dapat digunakan sebagai bagian dari proses pemantauan dan evaluasi operasional.

Bagi perusahaan yang mengelola armada dengan karakteristik aktivitas berbeda-beda, ketersediaan data yang terstruktur menjadi penting. Setiap kapal dapat memiliki pola perjalanan, beban kerja, serta konsumsi bahan bakar yang tidak selalu sama.

Melalui sistem digital, informasi tersebut dapat dihimpun secara lebih sistematis sehingga tim terkait memiliki dasar data yang lebih baik dalam melakukan pemantauan.

Pelaporan Bunker Dilakukan Secara Berkala

Salah satu fungsi utama BOS 3.0 adalah mendukung pelaporan bunker secara harian.

Pencatatan secara berkala memungkinkan kondisi bahan bakar kapal dipantau dari waktu ke waktu. Data yang terkumpul juga memberikan gambaran mengenai perubahan penggunaan bunker selama kapal menjalankan aktivitas operasional.

Sistem pencatatan yang terorganisasi membantu tim terkait memperoleh informasi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada dokumen atau pencatatan manual.

Ketersediaan data secara rutin juga dapat mendukung proses evaluasi apabila terdapat perubahan pola konsumsi. Dengan demikian, informasi bunker tidak hanya berfungsi sebagai catatan administratif, tetapi dapat menjadi bagian dari bahan analisis operasional.

Informasi Konsumsi Main Engine dan Auxiliary Engine

Konsumsi bahan bakar kapal dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas dan pergerakan kapal. Karena itu, pencatatan konsumsi perlu memberikan gambaran yang cukup rinci mengenai penggunaan bahan bakar pada komponen mesin yang berbeda.

BOS 3.0 menyediakan informasi konsumsi bunker untuk ME (Main Engine) dan AE (Auxiliary Engine).

Main Engine berkaitan dengan mesin utama yang mendukung pergerakan kapal, sedangkan Auxiliary Engine merupakan mesin bantu yang mendukung berbagai kebutuhan operasional kapal.

Pemisahan informasi tersebut dapat membantu tim mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai penggunaan bahan bakar berdasarkan fungsi mesin. Data yang lebih terperinci kemudian dapat dimanfaatkan untuk pemantauan serta evaluasi kegiatan operasional.

Penghitungan Capping Bunker Lebih Terstruktur

Sebagai pengembangan dari BOS 2.0, BOS 3.0 membawa penyempurnaan pada pengelolaan data bunker. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah fitur capping bunker.

Penghitungan capping yang lebih akurat penting dalam proses pengelolaan dan pemantauan konsumsi bahan bakar. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk membantu mengevaluasi kondisi penggunaan bunker serta aktivitas operasional kapal.

Akurasi pencatatan menjadi faktor penting karena data bunker berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dan kebutuhan operasional armada.

Dengan sistem digital, proses penghitungan dan penyajian informasi dapat dilakukan secara lebih terstruktur dibandingkan jika data hanya dikelola melalui pencatatan manual.

Mendukung Pelaporan ROB dan VDR

BOS 3.0 juga mendukung informasi yang berkaitan dengan Remaining on Board (ROB) dan Vessel Daily Report (VDR).

ROB memberikan informasi mengenai jumlah atau kondisi sisa bunker yang masih tersedia di kapal. Informasi tersebut penting untuk mengetahui ketersediaan bahan bakar dalam kaitannya dengan aktivitas operasional kapal.

Sementara itu, VDR digunakan untuk mencatat berbagai informasi operasional kapal secara berkala.

Ketika data ROB dan VDR dapat dikelola dalam sistem yang terstruktur, informasi mengenai kondisi bunker dapat dibaca bersama dengan aktivitas operasional kapal. Hal tersebut membantu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai hubungan antara kegiatan kapal dan konsumsi bahan bakar.

Mengapa Digitalisasi Pengelolaan Bunker Penting?

Pengelolaan bahan bakar kapal membutuhkan data yang konsisten dan dapat ditelusuri. Kesalahan pencatatan atau keterlambatan informasi dapat memengaruhi proses pemantauan dan evaluasi.

Digitalisasi memberikan peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap proses manual. Data dapat dihimpun dan dikelola dalam sistem yang lebih terintegrasi sehingga informasi yang dibutuhkan tim operasional dapat tersedia secara lebih terorganisasi.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting ketika perusahaan mengelola armada dalam skala besar. Setiap kapal dapat memiliki karakteristik perjalanan dan pola konsumsi yang berbeda.

Data yang lebih detail memungkinkan perusahaan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi masing-masing kapal. Informasi tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pemantauan maupun evaluasi operasional.

BOS 3.0 Berjalan Bersama TRANSPORMERS

Digitalisasi pengelolaan bunker PTK tidak berhenti pada BOS 3.0. Pada momentum yang sama, perusahaan juga menghadirkan TRANSPORMERS (Transportir Fuel Management and Reporting System) sebagai sistem pendukung dalam pengelolaan aktivitas bunker.

Kedua sistem tersebut memiliki fokus yang saling melengkapi.

BOS 3.0 berfokus pada pelaporan serta penyediaan informasi mengenai bunker kapal. Sementara itu, TRANSPORMERS diarahkan untuk mendukung pengawasan aktivitas bunker handling.

Kehadiran kedua sistem secara bersamaan memberikan pendekatan yang lebih terintegrasi terhadap pengelolaan aktivitas bunker, mulai dari informasi bahan bakar hingga proses penanganannya.

Memantau Posisi dan Pergerakan Kapal

Selain aktivitas bunker handling, TRANSPORMERS juga mencakup pemantauan posisi dan pergerakan kapal.

Informasi mengenai posisi kapal berkaitan dengan kegiatan delivery maupun redelivery. Pemantauan tersebut dapat membantu pihak terkait memahami kondisi operasional kapal dalam kaitannya dengan kegiatan bunker.

Dengan tersedianya informasi posisi secara lebih terstruktur, koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas bunker dapat dilakukan berdasarkan data yang tersedia dalam sistem.

Pemantauan ini menjadi semakin relevan ketika aktivitas bunker melibatkan lebih dari satu kapal dan membutuhkan koordinasi waktu maupun lokasi.

Memantau Kondisi ROB dan Bunker Pit

Cakupan TRANSPORMERS juga meliputi pengawasan terhadap ROB bunker dan bunker pit.

ROB menjadi indikator penting untuk mengetahui kondisi sisa bahan bakar yang tersedia. Sementara itu, bunker pit menjadi salah satu aspek yang ikut dipantau dalam pengelolaan aktivitas bunker.

Dengan menggabungkan berbagai informasi tersebut dalam sistem digital, proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. Data yang sebelumnya tersebar dalam berbagai aktivitas dapat terdokumentasi dalam sistem yang lebih terorganisasi.

Pendekatan ini membantu perusahaan membangun alur informasi yang lebih terintegrasi dalam mendukung kegiatan operasional armada.

Baca juga:

Sebelumnya

Usaha Es Sticky Milk, Ide Bisnis Minuman Kekinian dengan Modal Terjangkau

Pelitadigital.Id