Xiaomi HyperOS 4 Resmi Beta di China, Hadirkan Liquid Glass dan Super AI Assistant 2.0
Pelitadigital.id – Xiaomi mulai menguji HyperOS 4 pada 14 Agustus 2026. Pembaruan ini membawa desain Liquid Glass, peningkatan performa, serta Super AI Assistant 2.0 berbasis model MiMo. Namun, tidak semua perangkat lama dipastikan memperoleh update.
Xiaomi mulai membuka babak baru pengembangan sistem operasinya melalui HyperOS 4. Versi terbaru tersebut diperkenalkan di China pada 14 Agustus 2026 dalam bentuk beta, dengan membawa sejumlah perubahan yang menyentuh hampir seluruh aspek pengalaman pengguna.
Pembaruan ini tidak hanya berfokus pada penyegaran tampilan. Xiaomi juga mengoptimalkan performa sistem dan memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan melalui Super AI Assistant 2.0. Kombinasi tersebut membuat HyperOS 4 diarahkan sebagai sistem yang lebih responsif sekaligus mampu memahami konteks aktivitas pengguna.
Meski demikian, pengguna perangkat lama perlu mencermati daftar kompatibilitas. Tahap awal HyperOS 4 masih terbatas pada sejumlah perangkat terbaru di China, sedangkan jadwal distribusi global belum diumumkan secara resmi.
Desain Liquid Glass Berikan Tampilan Lebih Dinamis
Salah satu perubahan yang paling mudah terlihat adalah penggunaan konsep Liquid Glass. Desain tersebut menghadirkan elemen antarmuka semi-transparan dengan efek refraction atau pembiasan cahaya, sehingga sejumlah bagian layar tampak memiliki kedalaman visual yang lebih kuat.
Penyegaran juga diberikan pada lock screen. Pengguna memperoleh ruang kustomisasi lebih luas, termasuk keleluasaan mengatur posisi jam dan notifikasi sesuai preferensi.
Folder aplikasi kini dapat diubah ukurannya. Widget pun bisa dikelompokkan sehingga informasi yang ditampilkan pada layar dapat ditata lebih rapi dan tidak memenuhi ruang secara berlebihan.
Xiaomi turut memperbaiki transisi antara orientasi portrait dan landscape. Aplikasi floating diklaim dapat menyesuaikan orientasi secara lebih mulus, sehingga pengalaman menggunakan perangkat dalam posisi berbeda terasa lebih natural.
Performa Diklaim Lebih Cepat dan Efisien
Di balik perubahan visual, Xiaomi memberikan perhatian besar pada performa. HyperOS 4 mengandalkan teknologi load calculation dan memory preloading untuk memperkirakan kebutuhan sumber daya sebelum pengguna menjalankan tugas tertentu.
Melalui pendekatan tersebut, sistem dapat menyiapkan data yang dibutuhkan lebih awal menggunakan RAM. Tujuannya adalah mengurangi waktu tunggu ketika pengguna membuka aplikasi atau berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
Dalam pengujian internal Xiaomi, waktu pembukaan aplikasi disebut 18 persen lebih cepat dibandingkan HyperOS 3 setelah perangkat digunakan selama sembilan jam.
Peningkatan juga terlihat pada pemrosesan HDR. Waktu pemrosesan diklaim turun dari 310 milidetik menjadi 240 milidetik. Sementara itu, waktu membuka aplikasi kamera dipangkas hingga 200 milidetik.
Untuk pemutaran video, Xiaomi melakukan sejumlah optimasi yang ditujukan untuk mengurangi frame drop. Perbaikan tersebut menjadi penting bagi pengguna yang banyak mengonsumsi konten multimedia atau menggunakan perangkat untuk aktivitas yang membutuhkan respons sistem cepat.
Xiaomi juga memperkenalkan runtime aplikasi baru dengan optimalisasi pada sistem inti dan application layer. Perusahaan mengklaim HyperOS 4 mampu mempertahankan kelancaran sistem hingga 40 persen, sedangkan penurunan performa setelah penggunaan selama satu tahun disebut hanya sekitar 5 persen.
Jika klaim tersebut terbukti dalam penggunaan sehari-hari, peningkatan ini dapat memberikan dampak pada aktivitas seperti multitasking, membuka aplikasi, hingga berpindah menu.
Super AI Assistant 2.0 Jadi Andalan Baru
Perubahan paling signifikan lainnya datang dari sisi kecerdasan buatan. HyperOS 4 mengintegrasikan model large language MiMo sebagai salah satu fondasi Super AI Assistant 2.0.
Asisten tersebut dirancang untuk melakukan lebih dari sekadar menerima perintah suara. Fungsinya mencakup transkripsi pesan suara, pencarian foto, perencanaan perjalanan, hingga pengendalian perangkat smart home.
Ketika pengguna memberikan perintah, indikator proses akan ditampilkan melalui Xiaomi Super Island di sekitar kamera depan. Setelah sistem memperoleh informasi yang dianggap relevan, tampilan respons dapat ditampilkan secara lebih lengkap.
Xiaomi juga memperkenalkan Inspiration Ball, sebuah penunjuk yang memungkinkan pengguna mengambil konteks dari objek atau informasi tertentu di layar.
Sebagai contoh, ketika menemukan sebuah alamat, pengguna dapat menggeser Inspiration Ball menuju alamat tersebut kemudian memberikan perintah untuk melakukan navigasi. Sistem selanjutnya dapat membuka aplikasi peta dengan tujuan yang telah terisi secara otomatis.
Konsep ini menunjukkan arah pengembangan HyperOS yang semakin mengandalkan contextual AI, yakni kecerdasan buatan yang tidak hanya memahami perintah, tetapi juga memanfaatkan konteks informasi yang sedang dilihat atau digunakan pengguna.
Jadwal Beta HyperOS 4 Dibagi dalam Beberapa Gelombang
Tahap beta HyperOS 4 dimulai di China pada 14 Agustus 2026. Gelombang pertama mencakup sejumlah perangkat terbaru, yakni:
- Xiaomi 17 Ultra
- Xiaomi 17 Ultra Leica Edition
- Xiaomi 17 Pro Max
- Xiaomi 17 Pro
- Xiaomi 17
- Redmi K90 Pro Max
- Redmi K90
- Xiaomi Pad 8 Pro
- Xiaomi Pad 8
Gelombang kedua dijadwalkan pada 27 Agustus 2026. Perangkat yang masuk dalam tahap ini meliputi Xiaomi 17 Max, 17T Pro, 17T, 15 Ultra, 15S Pro, 15 Pro, 15, Redmi K90 Max, Redmi K90 Ultra, serta Redmi K Pad 2.
Selanjutnya, gelombang ketiga dijadwalkan pada 17 September 2026. Daftar perangkatnya mencakup Redmi K100 Pro Max, Redmi K80 Pro, Redmi K100 Pro, K80 Pro Extreme Edition, Mix Flip 2, Redmi K80, Pad 7 Ultra, serta Pad 7S Pro 12.5.
Perlu dicatat, daftar tersebut masih merupakan daftar beta untuk pasar China. Distribusi global dapat memiliki jadwal dan daftar perangkat yang berbeda. Xiaomi sendiri belum memberikan daftar global resmi untuk HyperOS 4 pada informasi yang menjadi dasar pemberitaan ini.
Tidak Semua HP Xiaomi Mendapat HyperOS 4
Pemilik perangkat generasi sebelumnya juga perlu memahami bahwa pembaruan besar tidak otomatis tersedia untuk seluruh lini produk.
Perangkat flagship dan model yang dirilis mulai 2023 menjadi kandidat utama untuk memperoleh HyperOS 4. Sejumlah keluarga perangkat yang diperkirakan masuk dalam tahap berikutnya antara lain Xiaomi 15, Xiaomi 14, Xiaomi 13, MIX Flip, MIX Fold, Civi, Redmi Note, Redmi K90, serta beberapa perangkat POCO.
Sebaliknya, beberapa perangkat lama diperkirakan tidak menjadi prioritas. Kelompok tersebut mencakup Xiaomi 12 dan seri yang lebih lama, Redmi Note 11 ke bawah, POCO X3 dan X4, POCO F3 ke bawah, serta sejumlah perangkat Redmi kelas pemula.
Namun, prediksi tersebut belum dapat dianggap sebagai daftar final sebelum Xiaomi mengumumkan kompatibilitas global secara resmi.
HyperOS 4 Jadi Langkah Xiaomi Menuju Ekosistem AI
HyperOS 4 memperlihatkan perubahan arah yang cukup jelas. Xiaomi tidak hanya mengejar tampilan antarmuka yang lebih modern melalui Liquid Glass, tetapi juga berusaha menjadikan sistem operasi lebih cepat, adaptif, dan mampu memahami konteks pengguna.
Kehadiran Super AI Assistant 2.0 dan Inspiration Ball menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Jika implementasinya berjalan sesuai klaim perusahaan, interaksi dengan perangkat tidak lagi terbatas pada membuka aplikasi dan menjalankan perintah secara manual. Sebagian proses dapat dilakukan berdasarkan konteks informasi yang sedang dihadapi pengguna.





