Harga Bekas Masih Tinggi, iPhone 17 Pro Max Banyak Dijual Kembali
Pelitadigital.id – Perilaku konsumen perangkat premium kembali menunjukkan dinamika baru. Model terbaru dari iPhone 17 Pro Max tercatat sebagai ponsel yang paling banyak masuk program tukar tambah hanya beberapa bulan setelah peluncurannya.
Berdasarkan laporan terbaru dari SellCell yang dirilis pada Minggu (22/2/2026), perangkat tersebut menyumbang 11,5 persen dari total 20 jenis gawai yang paling sering ditukarkan. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan akhir November lalu yang masih berada di level 5,1 persen.
Lonjakan lebih dari dua kali lipat dalam kurun tiga bulan menjadi sorotan tersendiri. Apalagi, mayoritas unit yang masuk ke pasar sekunder berada dalam kondisi prima. Sekitar 86 persen perangkat tercatat berstatus sangat baik bahkan mendekati seperti baru.
Bukan Soal Kerusakan, Melainkan Momentum Jual
Data tersebut memperlihatkan bahwa pelepasan perangkat bukan dipicu gangguan teknis. Sebaliknya, tren ini mengarah pada perubahan pola konsumsi, di mana pengguna memanfaatkan momentum harga jual kembali yang masih tinggi.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya pasar barang bekas didominasi model lama yang memang sudah memasuki siklus pembaruan, kali ini situasinya berbeda. Produk yang relatif baru justru mendominasi daftar trade-in.
Sebagai pembanding, iPhone 16 Pro Max hanya menyumbang sekitar 7,2 persen, sementara iPhone 15 Pro Max berada di kisaran 7,3 persen. Selisih ini mempertegas dominasi generasi terbaru dalam pergerakan pasar sekunder.
Depresiasi Terkendali Jadi Daya Tarik
Salah satu faktor yang dinilai berperan adalah tingkat penyusutan harga yang relatif stabil. Dalam 145 hari setelah peluncuran, nilai perangkat ini tercatat turun sekitar 25,4 persen. Angka tersebut lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya yang mengalami penurunan hingga 32,5 persen dalam periode serupa.
Perbedaan depresiasi ini berdampak langsung pada potensi keuntungan pemilik. Penjual perangkat generasi terbaru bisa memperoleh hingga 95 dolar AS lebih tinggi dibandingkan pemilik model sebelumnya ketika melakukan transaksi tukar tambah.
Saat ini, harga rata-rata unit bekas dengan kondisi sangat baik masih berada di kisaran US$967,50 atau sekitar Rp16,3 juta.
Strategi Likuiditas di Tengah Ketidakpastian
Sejumlah analis menilai fenomena ini tidak semata soal tren teknologi. Ponsel flagship kini diposisikan sebagai aset yang likuid dan mudah diuangkan, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Di sisi lain, faktor preferensi desain turut disebut berpengaruh. Layar 6,9 inci dinilai terlalu besar bagi sebagian pengguna, mendorong mereka beralih ke varian yang lebih ringkas seperti iPhone 17 Air.
Ada pula sentimen kejenuhan terhadap inovasi yang dianggap tidak terlalu signifikan dibanding generasi sebelumnya. Kombinasi faktor finansial dan preferensi personal inilah yang membentuk arus jual kembali dalam skala besar.
Fenomena ini menunjukkan ironi menarik. Produk yang paling diminati saat peluncuran justru menjadi perangkat yang paling cepat beredar di pasar sekunder. Awal 2026 pun mencatat babak baru dalam membaca loyalitas sekaligus rasionalitas konsumen perangkat premium.






