Artificial Intelligence

Waspada Silent Call dan AI Voice Scam, Kenali Modus dan Cara Melindungi Rekening

Pelitadigital.id – Perkembangan teknologi komunikasi membuat masyarakat semakin mudah terhubung. Namun, kemudahan tersebut juga dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mengembangkan berbagai modus penipuan yang semakin sulit dikenali.

Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah silent call, yakni panggilan telepon yang ketika diangkat justru tidak terdengar suara dari penelepon. Dalam beberapa kasus, sambungan hanya berlangsung beberapa detik sebelum terputus.

Modus tersebut tidak selalu berhenti pada panggilan hening. Pelaku dapat memanfaatkannya untuk mengetahui apakah sebuah nomor masih aktif, memetakan waktu ketika calon korban mudah dihubungi, hingga mendorong korban melakukan panggilan balik.

Ancaman lainnya berkaitan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI voice scam. Rekaman suara yang diperoleh dari korban berpotensi dimanfaatkan dalam penipuan berbasis tiruan suara.

Kerugian Penipuan Digital Mencapai Triliunan Rupiah

Besarnya risiko penipuan digital terlihat dari data Indonesia Anti Scam Centre (IASC).

Berdasarkan laporan resmi IASC untuk periode November 2024 hingga Januari 2026, tercatat 448.442 pengaduan penipuan digital. Akumulasi kerugian yang dilaporkan masyarakat dalam rangkaian kasus tersebut mencapai sekitar Rp9,1 triliun.

Laporan yang sama mencatat terdapat 756.006 rekening yang terindikasi terlibat dalam tindak pidana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 415.385 rekening telah diblokir.

Platform komunikasi yang paling banyak digunakan pelaku adalah WhatsApp dengan persentase 89 persen, sedangkan saluran telepon biasa mencapai 64 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa penipuan tidak hanya berlangsung melalui aplikasi pesan atau media sosial, tetapi juga dapat dimulai dari saluran komunikasi yang terlihat sederhana seperti panggilan telepon.

Bagaimana Modus Silent Call Bekerja?

Silent call pada umumnya dikaitkan dengan sistem panggilan otomatis atau robocall. Sistem tersebut dapat digunakan untuk melakukan panggilan dalam jumlah besar dan mengetahui nomor mana yang aktif ketika menerima sambungan.

Ketika seseorang mengangkat telepon tetapi tidak mendengar suara apa pun, pelaku dapat memperoleh informasi bahwa nomor tersebut aktif dan dapat merespons panggilan.

Dalam skenario tertentu, panggilan hening juga dapat menjadi upaya untuk memancing korban menelepon kembali. Karena itu, menerima panggilan dari nomor tidak dikenal tidak selalu berarti seseorang harus segera menghubungi nomor tersebut.

Masyarakat perlu berhati-hati, terutama jika nomor berasal dari luar negeri dan tidak memiliki hubungan dengan kebutuhan komunikasi yang sedang dilakukan.

Waspadai Potensi Wangiri Fraud

Silent call juga dapat berkaitan dengan modus Wangiri fraud. Istilah tersebut merujuk pada pola penipuan yang memancing seseorang melakukan panggilan balik setelah menerima panggilan dari nomor tertentu.

Nomor yang digunakan dapat berasal dari kode negara asing, termasuk kode seperti +77, +24, atau +91 yang disebut dalam sumber.

Ketika korban menelepon kembali, sambungan dapat diarahkan ke layanan dengan tarif tertentu atau nomor premium. Akibatnya, pulsa atau biaya komunikasi korban dapat terkuras.

Karena itu, panggilan tak dikenal dari nomor internasional yang tidak memiliki konteks jelas sebaiknya tidak langsung dibalas dengan panggilan keluar.

Jangan Mudah Percaya Panggilan Darurat dari Suara yang Dikenal

Penipuan berbasis AI voice dapat menjadi semakin sulit dikenali apabila suara yang digunakan menyerupai orang yang dikenal korban.

Karena itu, ketika menerima telepon yang mengaku sebagai anggota keluarga, teman, petugas layanan, atau pihak tertentu dan meminta tindakan finansial secara mendesak, jangan langsung mengambil keputusan.

Korban dapat melakukan verifikasi melalui jalur komunikasi lain yang telah diketahui sebelumnya. Misalnya, menghubungi anggota keluarga melalui nomor yang tersimpan atau menanyakan informasi yang hanya diketahui oleh orang yang sebenarnya.

Prinsip pentingnya adalah tidak menjadikan suara semata-mata sebagai bukti bahwa penelepon benar-benar orang yang diklaim.

Terapkan Rumus JAGA untuk Menghadapi Silent Call

Masyarakat dapat menerapkan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko ketika berhadapan dengan panggilan mencurigakan. Salah satu panduan dalam sumber disebut sebagai metode JAGA.

1. Jangan Telepon Balik Nomor Asing

Langkah pertama adalah Jangan Telepon Balik atau No Call Back terhadap nomor internasional yang tidak dikenal.

Jangan terburu-buru menghubungi kembali nomor asing hanya karena panggilan tersebut muncul beberapa kali. Langkah ini penting untuk menghindari kemungkinan terhubung dengan layanan berbiaya tinggi atau pola Wangiri fraud.

2. Abaikan dan Beri Jeda Saat Menjawab

Langkah kedua adalah Abaikan dan Terapkan Jeda Suara.

Jika terpaksa menjawab panggilan asing yang tidak dikenal, masyarakat dapat memberikan jeda selama sekitar 2–3 detik sebelum berbicara. Hindari memberikan informasi pribadi atau data sensitif kepada penelepon.

Masyarakat juga tidak perlu menjawab pertanyaan yang terasa mencurigakan, terutama apabila penelepon mencoba mendapatkan informasi mengenai rekening, PIN, OTP, kata sandi, atau data identitas.

3. Gembok Akun dengan 2FA

Langkah ketiga adalah Gembok Akun dengan autentikasi dua faktor atau 2FA.

Fitur tersebut dapat memberikan lapisan keamanan tambahan pada akun penting, termasuk aplikasi keuangan dan layanan perbankan.

Pengguna sebaiknya mengaktifkan 2FA jika tersedia dan tidak pernah memberikan kode autentikasi kepada pihak lain.

4. Amati Legalitas dan Konfirmasi Layanan

Langkah terakhir adalah Amati Legalitas dan Konfirmasi Layanan.

Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi pendeteksi atau pemblokir spam, seperti Truecaller atau Getcontact, sebagai salah satu alat bantu untuk mengenali nomor yang dicurigai.

Pada perangkat tertentu, pengguna juga dapat mengaktifkan fitur seperti Silence Unknown Callers untuk membantu menyaring panggilan dari nomor yang tidak dikenal.

Namun, aplikasi pendeteksi nomor bukan jaminan bahwa seluruh panggilan penipuan akan teridentifikasi. Verifikasi tetap diperlukan sebelum mempercayai penelepon.

Jangan Berikan Data Sensitif melalui Telepon

Panggilan telepon yang mencurigakan perlu dihadapi dengan sikap tenang. Penelepon yang mengaku berasal dari bank, lembaga pemerintah, perusahaan, atau layanan tertentu tidak seharusnya langsung dipercaya hanya berdasarkan identitas yang mereka sebutkan.

Hindari memberikan PIN, password, OTP, nomor kartu, kode keamanan, maupun informasi rekening melalui sambungan telepon yang tidak terverifikasi.

Jika seseorang meminta korban melakukan transfer dengan alasan keadaan darurat, sebaiknya hentikan percakapan dan lakukan konfirmasi melalui kanal resmi.

Baca juga:

Sebelumnya

itel A300C Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.000 mAh dan Bodi Bersertifikasi MIL-STD-810H

Selanjutnya

Aplikasi AI Lalita BRIN Bantu Identifikasi Asal Arca dengan Data 3D

Pelitadigital.Id