Gadget

Smart Privacy Display Xiaomi, Teknologi Layar Anti-Intip yang Siap Jaga Privasi Pengguna

Pelitadigital.id – Xiaomi dikabarkan tengah menyiapkan inovasi perlindungan layar bernama Smart Privacy Display untuk lini smartphone flagship mendatang. Teknologi ini dirancang untuk membatasi sudut pandang layar sehingga orang lain yang melihat dari samping lebih sulit membaca informasi yang sedang ditampilkan.

Fitur tersebut menjadi semakin relevan karena smartphone kini digunakan untuk berbagai aktivitas yang melibatkan data pribadi, mulai dari membaca pesan, membuka dokumen pekerjaan, hingga mengakses layanan perbankan dan pembayaran digital. Ketika berada di transportasi umum, ruang tunggu, atau tempat ramai, informasi pada layar berisiko terlihat oleh orang di sekitar pengguna.

Mengenal Teknologi Smart Privacy Display Xiaomi

Smart Privacy Display merupakan teknologi yang dikabarkan memungkinkan layar smartphone menampilkan gambar secara normal dari arah depan, tetapi membatasi keterlihatan konten dari sudut tertentu ketika mode privasi diaktifkan.

Pendekatan tersebut berbeda dari tempered glass privasi konvensional. Pelindung layar anti-intip biasanya menggunakan lapisan fisik untuk mempersempit sudut pandang. Sementara itu, teknologi Xiaomi ini disebut memanfaatkan struktur panel layar yang terintegrasi dengan sistem pengendalian melalui perangkat lunak.

Jika diterapkan sesuai konsep yang beredar, pengguna dapat melihat teks, gambar, dan elemen antarmuka dengan nyaman dari posisi normal. Sebaliknya, orang yang berada di samping pengguna akan lebih sulit membaca konten yang ditampilkan.

Keunggulan pendekatan terintegrasi ini terletak pada potensi fleksibilitasnya. Perlindungan dapat diaktifkan ketika pengguna membuka aplikasi sensitif dan dinonaktifkan kembali ketika tidak diperlukan, sehingga pengalaman menggunakan layar tidak harus selalu dibatasi.

Xiaomi 18 Pro Series Disebut Bakal Membawa Fitur Ini

Berdasarkan informasi yang beredar, Smart Privacy Display diperkirakan hadir pada Xiaomi 18 Pro series. Teknologi tersebut dikabarkan memanfaatkan panel Super Pixel 2.0 untuk menggabungkan perlindungan privasi dan kualitas visual.

Kabar ini menempatkan perlindungan layar sebagai salah satu aspek yang berpotensi dikembangkan Xiaomi pada perangkat kelas atasnya. Selain meningkatkan kualitas tampilan, produsen smartphone juga semakin memperhatikan keamanan informasi yang terlihat secara langsung di layar.

Cara Kerja Pixel Anti-Intip pada Layar Xiaomi

Berdasarkan informasi teknis yang beredar, Smart Privacy Display disebut menggunakan arsitektur dual pixel dengan perbandingan 1:1. Struktur tersebut menggabungkan piksel standar dengan piksel privasi yang dirancang memiliki sudut pancaran cahaya lebih sempit.

Konsep ini bertujuan mengatur arah cahaya yang keluar dari panel. Ketika mode privasi aktif, cahaya yang membawa informasi visual diharapkan lebih sulit terlihat dari sudut samping.

Teknologi tersebut juga dikabarkan menggunakan struktur mikroskopis bernama baffles. Komponen ini berfungsi membantu mengarahkan cahaya sehingga tampilan layar dari sudut tertentu menjadi lebih terbatas.

Super Pixel 2.0 Diklaim Menjaga Ketajaman dan Warna

Salah satu tantangan teknologi layar privasi adalah mempertahankan kualitas visual ketika perlindungan anti-intip diaktifkan maupun dinonaktifkan.

Pada beberapa pendekatan layar privasi, pembatasan sudut pandang dapat memengaruhi kecerahan, ketajaman, atau reproduksi warna. Hal ini penting diperhatikan karena layar smartphone tidak hanya digunakan untuk menampilkan informasi sensitif, tetapi juga untuk menonton video, membaca artikel, mengedit foto, dan bermain gim.

Smart Privacy Display Xiaomi dikabarkan menggunakan panel Super Pixel 2.0 dengan susunan subpiksel RGB yang memiliki total hingga 9,5 juta subpiksel.

Kontrol Privasi Berbasis Perangkat Lunak

Selain struktur panel, Smart Privacy Display dikabarkan akan dilengkapi pengaturan perangkat lunak yang memungkinkan pengguna menyesuaikan perlindungan berdasarkan aktivitas tertentu.

Pendekatan ini berpotensi membuat fitur anti-intip lebih fleksibel dibandingkan pelindung layar fisik yang terus membatasi sudut pandang selama terpasang.

Berikut sejumlah kemampuan yang disebut berpotensi tersedia dalam implementasinya.

1. Perlindungan untuk Aplikasi Sensitif

Pengguna diperkirakan dapat mengatur mode privasi untuk aplikasi yang memuat informasi pribadi, seperti aplikasi perbankan, layanan pembayaran digital, dan percakapan pribadi.

Dengan pengaturan tersebut, perlindungan layar dapat diprioritaskan ketika pengguna mengakses informasi yang tidak seharusnya mudah terlihat oleh orang lain.

Ketersediaan pengaturan per aplikasi masih perlu dikonfirmasi melalui informasi resmi Xiaomi.

2. Membatasi Tampilan Notifikasi Pop-up

Notifikasi yang muncul di layar dapat menampilkan potongan pesan, kode verifikasi, atau informasi pribadi lainnya.

Jika didukung, Smart Privacy Display berpotensi membatasi keterlihatan notifikasi ketika mode privasi aktif. Fitur ini dapat membantu mengurangi kemungkinan orang di sekitar membaca informasi yang muncul secara tiba-tiba.

Meski demikian, perlindungan sudut pandang perlu dibedakan dari pengaturan isi notifikasi. Pengguna tetap dapat memanfaatkan pengaturan notifikasi sistem untuk menyembunyikan konten pesan pada layar terkunci.

3. Pengaturan untuk Split-screen dan Floating Window

Fitur split-screen memungkinkan pengguna menjalankan dua aplikasi dalam satu layar, sedangkan floating window menampilkan aplikasi dalam jendela mengambang.

Informasi awal menyebutkan bahwa perlindungan privasi berpotensi diterapkan pada area layar tertentu, termasuk ketika pengguna menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.

Jika benar-benar didukung, pengguna dapat memperoleh fleksibilitas untuk menjaga informasi pada bagian layar tertentu tanpa harus membatasi seluruh tampilan.

4. Deteksi Orang yang Mengintip

Kemampuan lain yang disebut berpotensi dikembangkan adalah deteksi orang yang melihat layar dari posisi di belakang atau samping pengguna.

Sistem tersebut dikabarkan dapat memanfaatkan kamera depan dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengenali keberadaan orang lain di sekitar layar. Jika diterapkan, fitur ini dapat menjadi pemicu untuk mengaktifkan perlindungan privasi secara otomatis.

Akan tetapi, penggunaan kamera dan AI untuk mendeteksi orang yang mengintip belum dapat dianggap sebagai fitur final sebelum Xiaomi mengonfirmasi implementasinya.

5. Aktivasi Otomatis Berdasarkan Aktivitas

Smart Privacy Display juga disebut berpotensi mendukung pemicu otomatis ketika pengguna melakukan aktivitas tertentu, seperti memasukkan kata sandi, melakukan transaksi keuangan, atau membuka percakapan pribadi.

Pendekatan ini dapat mengurangi kebutuhan untuk mengaktifkan mode privasi secara manual setiap kali membuka aplikasi sensitif.

Selain aktivitas, pengaturan berbasis lokasi juga disebut sebagai salah satu kemungkinan. Namun, ketersediaan pemicu otomatis dan cara kerjanya masih bergantung pada implementasi perangkat lunak yang nantinya diperkenalkan Xiaomi.

Cara Mengaktifkan Smart Privacy Display Xiaomi

Karena antarmuka final dan ketersediaan fitur ini belum dikonfirmasi secara resmi, langkah berikut hanya merupakan gambaran umum, bukan panduan yang sudah dipastikan berlaku pada perangkat tertentu.

Jika Smart Privacy Display tersedia pada ponsel yang mendukungnya, pengguna kemungkinan perlu membuka menu Settings atau Pengaturan, lalu mencari bagian layar maupun privasi.

Secara umum, proses pengaturan dapat mencakup langkah-langkah berikut:

  1. Buka menu Pengaturan pada perangkat Xiaomi yang mendukung fitur tersebut.
  2. Cari opsi terkait layar atau privasi, lalu periksa apakah terdapat menu Smart Privacy Display atau Privacy Display.
  3. Aktifkan mode privasi secara manual jika pilihan tersebut tersedia.
  4. Atur aplikasi sensitif yang ingin dilindungi apabila sistem menyediakan pengaturan per aplikasi.
  5. Periksa pilihan perlindungan notifikasi, split-screen, atau floating window jika didukung.
  6. Tinjau pengaturan deteksi orang yang mengintip dan izin kamera apabila fitur tersebut tersedia.
  7. Uji tampilan dari arah depan dan samping untuk memahami efektivitas perlindungan.

Nama menu dan urutan pengaturan dapat berbeda bergantung pada model perangkat serta versi sistem operasi. Pengguna sebaiknya menunggu petunjuk resmi sebelum menerapkan langkah tersebut pada perangkat yang belum memiliki fitur terkait.

Baca juga:

Sebelumnya

Mixue Indonesia Perkuat Ekosistem Bisnis melalui Pengembangan Kemitraan dan Inovasi Brand

Pelitadigital.Id